BAB I

PENDAHULUAN


1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Semua makhluk hidup itu tersusun atas berjuta – juta sel. Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Sel mukan oleh Robert hook.
Di dalam tubuh manusia, telah dikenali sekitar 210 jenis sel. Sebagaimana organisme multiselular lainnya, kehidupan manusia juga dimulai dari sebuah sel embrio diploid hasil dari fusi haploid oosit dan spermatosit yang kemudian mengalami serangkaian mitosis. Pada tahap awal, sel-sel embrio bersifat totipoten, setiap sel memiliki kapasitas untuk terdiferensiasi menjadi salah satu dari seluruh jenis sel tubuh. Selang berjalannya tahap perkembangan, kapasitas diferensiasi menjadi menurun menjadi pluripoten, hingga menjadi sel progenitor yang hanya memiliki kapasitas untuk terdiferensiasi menjadi satu jenis sel saja, dengan kapasitas unipoten.
Pada level molekular, perkembangan sel dikendalikan melalui suatu proses pembelahan sel, diferensiasi sel, morfogenesis dan apoptosis. Tiap proses, pada awalnya, diaktivasi secara genetik, sebelum sel tersebut dapat menerima sinyal mitogenik dari lingkungan di luar sel.
1.2 RUMUSAN MASALAH
            1. Apa definisi dari sel
            2. Apa saja stuktur sel hewan dan tumbuhan
            3. Apa saja perbedaan dari sel hewan dan tumbuhan
1.3 TUJUAN
            1. Untuk mengetahui definisi dari sel
            2. Untuk mengetahui stuktur dari sel hehwan
            3. Untuk mengetahui perbedaan dari sel hewan dan tumbuhan
1.3 MANFAAT
            1. Agar mengetahui definisi dari sel
            2. Agar mengetahui stuktur dari sel hehwan
            3. Agar mengetahui perbedaan dari sel hewan dan tumbuhan

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

Biologi sel adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang sel. Sel sendiri adalah kesatuan structural dan fungsional makhluk hidup dimana keberadaannya sangat berpengaruh terhadap kepribadian dan tingkah laku dari masing masing makhluk hidup

Teori-teori tentang sel
- Robert Hooke (Inggris, 1665) meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop. Hasil pengamatannya ditemukan rongga-rongga yang disebut sel (cellula)
- Hanstein (1880) menyatakan bahwa sel tidak hanya berarti cytos (tempat yang berongga), tetapi juga berarti cella (kantong yang berisi)
- Felix Durjadin (Prancis, 1835) meneliti beberapa jenis sel hidup dan menemukan isi dalam, rongga sel tersebut yang penyusunnya disebut “Sarcode”
- Johanes Purkinje (1787-1869) mengadakan perubahan nama Sarcode menjadi Protoplasma
- Matthias Schleiden (ahli botani) dan Theodore Schwann (ahli zoologi) tahun 1838 menemukan adanya kesamaan yang terdapat pada struktur jaringan tumbuhan dan hewan. Mereka mengajukan konsep bahwa makhluk hidup terdiri atas sel . konsep yang diajukan tersebut menunjukkan bahwa sel merupakan satuan structural makhluk hidup.
- Robert Brown (Scotlandia, 1831) menemukan benda kecil yang melayang-layang pada protoplasma yaitu inti (nucleus)
- Max Shultze (1825-1874) ahli anatomi menyatakan sel merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup
- Rudolf Virchow (1858) menyatakan bahwa setiap cel berasal dari cel sebelumnya (omnis celulla ex celulla)
Setiap sel memenuhi kebutuhannya sendiri dan merawat dirinya sendiri pula.  Mereka bisa mengambil zat-zat nutrisi, mengubahnya menjadi energi, menjalankan fungsi-fungsi khususnya, dan bereproduksi jika dibutuhkan.  Setiap sel menyimpan seperangkat instruksinya sendiri untuk melakukan aktivitas-aktivitas tersebut.
Setiap sel memiliki kemampuan-kemampuan berikut :
  1. Bereproduksi dengan cara membelah diri.
  2. Metabolisme, termasuk mengambil bahan baku, memproduksi molekul-molekul berenergi dan melepaskan hasil produksinya.  Kinerja sebuah sel tergantung pada kemampuannya untuk mengekstrak dan menggunakan energi kimia yang tersimpan dalam molekul-molekul organik.  Energi ini didapatkan dari proses metabolisme.
  3. Pembuatan protein-protein, mesin bagi sel-sel tersebut, misalnya enzim.  Sebuah sel mamalia rata-rata terdiri dari 10.000 jenis protein yang berbeda.
  4. Memberikan respon terhadap rangsangan eksternal dan internal seperti perubahan temperatur, pH atau kandungan nutrisi. 
  5. Mengatur lalu lintas vesikel.

BAB III
METODOLOGI

ALAT DAN BAHAN 
1.      Kaca preparat dari guru yang berisi sel hewan dan tumbuhan
2.      Microskop
3.      Kertas dan pulpen atau pensil
4.      Cahaya
PROSEDUR KERJA
1.      Kaca preparat yang berisi sel hewan diletakkan di microskop.
2.      Carilah cahaya matahari.
3.      Amati bentuk dari sel hewan lalu gambarlah dalam sebuah kertas.
4.      Ualangi percobaan diatas dengan menggunakan sel tumbuhan.














BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL PERCOBAAN
SEL TUMBUHAN
SEL HEWAN



PEMBAHASAN
            Sel ialah unit terkecil makhluk hidup yang merupakan kesatuan fungsional kehidupan. Kata "sel" berasal dari kata dalam bahasa Latin "cella", yang artinya adalah "ruang kecil".  Nama ini dipilih oleh Robert Hooke karena ia melihat adanya kesamaan antara sebuah sel dan sebuah ruangan kecil.
Dari percobaan diatas dapat diketahui perbedaan dari sel hewan dan tumbuhan sebagai berikut:
Sel Hewan
1. tidak memiliki dinding sel
2. tidak memiliki plastida
3. memiliki lisosom
4. memiliki sentrosom
5. timbunan zat berupa lemak dan glikogen
6. bentuk tidak tetap
7. pada hewan tertentu memiliki vakuola, ukuran kecil, sedikit
Sel Tumbuhan
1. memiliki dinding sel dan membran sel
2. umumnya memiliki plastida
3. tidak memiliki lisosom
4. tidak memiliki sentrosom
5. timbunan zat berupa pati
6. bentuk tetap
7. memiliki vakuola ukuran besar, banyak

STRUKTUR SEL HEWAN

Sel hewan memiliki perbedaan dengan sel tumbuhan. Sel hewan tidak  memiliki dinding sel, vakuola, dan plastid. Namun hewan – hewan uniselural biasanya memiliki vakuola. Adapun dua tipe vakuola pada hewan uniselular sebagai berikut:
            a. vakuola kontraktir, berperan dalam menjaga tekanan osmotic sitoplasma.
            b. vakuola nonkontraktil, untuk mencerna makanan.
Sel hewan tidak memiliki dinding sel. Protoplasmanya hanya dilindungi oleh membran tipis yang tidak kuat. Ada beberapa sel hewan khususnya hewan bersel satu, selnya terlindungi oleh cangkok yang kuat dan keras. Cangkok tersebut umumnya tersusun atas zat kersik dan pelikel, dijumpai misalnya pada Euglena dan Radiolaria.
Dalam satu sel hewan terdapat dua sentriol. Kedua sentriol ini terdapat dalam satu tempat yang disebut sentrosom. Saat pembelahan sel, tiap sentriol memisahkan diri menuju kutub yang berlawanan dan memancarkan benang-benang gelendong pembelahan yang akan menjerat kromosom.
GAMBAR ATRUKTUR SEL HEWAN







STRUKTUR SEL TUMBUHAN


Sel Tumbuhan, bagian terluar dari sel tumbuhan adalah dinding sel. Dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan penunjang. Dinding yang terbentuk pada waktu sel membelah disebut dinding primer dan setelah mengalami penebalan, berubah menjadi dinding skunder. Dinding primer sel merupakan selaput tipis yang tersusun atas serat-serat selulosa. Serat ini amat kuat daya regangnya. Dinding sel yang kaku tersusun atas polisakarida: hemiselulosa dan pektin.
Dinding sel skunder dimiliki oleh sel-sel dewasa. Dinding skunder memiliki kandungan selulosa lebih banyak berkisar 41-45%, juga hemiselulosa dan lignin.
Diantara dinding dua sel yang berdekatan terdapat lamela tengah, tersusun atas magnesium dan kalium pekat berupa gel. Diantara dua sel bertetangga (saling menempel) terdapat pori. Melalui pori ini dua sel dihubungkan oleh benang-benang plasma yang dikenal plasmodesmata.
Dinding sel dibentuk oleh diktiosom. Bersama dengan vakuola, dinding sel berperan dala turgiditas sel (kekakuan sel). Ia mengakibatkan bentuk sel tetap.
Sel tumbuhan memiliki vakuola yang lebih besar (dibanding sel hewan). Vakuola sel tumbuhan bersifat menetap. Sel-sel tumbuhan yang memiliki vakuola –paling– besar adalah sel-sel parenkim dan kolenkim.
Selain itu sel tumbuhan memiliki organel yang tidak terdapat di dalam sel hewan, fungi, maupun prokariota seperti bakteri dan ganggang hijau-biru, yaitu plastida.
Bentuk plastida bisa bulat, oval maupun cakram. Plastida dibedakan menjadi leukoplas, kromoplas dan kloroplas, dimana ketiganya merupakan perkembangan dari proplastida (plastida muda). Kloroplas yaitu plastid yang mengandung klorofil, karotenoid, dan pigmen potosintetik lainnya, mengandung 40-60 grana. Berdasarkan panjang gelombangnya klorofil di bedakan atas:           
·        Klorofil a menyerap spectrum warna hijau – biru
·        Klorofil b menyerap spectrum warna hijau – kuning
·        Klorofil c menyerap spectrum warna hijau – coklat
·        Klorofil d menyerap spectrum warna hijau – merah
Kromplas yaitu plastid yang mengandung pigmen nonfotosintetik, leukoplas yaitu plastid yang tidak berwarna.




GAMBAR STRUKTUR SEL TUMBUHAN

Berdasarkan jenisnya sel dibedakan menjadi dua macam yaitu:
Sel prokariota

Sel tumbuhan dan sel bakteri memiliki lapisan di luar membran yang dikenal sebagai dinding sel. Dinding sel bersifat tidak elastis dan membatasi perubahan ukuran sel. Keberadaan dinding sel juga menyebabkan terbentuknya ruang antarsel, yang pada tumbuhan menjadi bagian penting dari transportasi hara dan mineral di dalam tubuh tumbuhan.

Sel eukariota

Secara umum setiap sel memiliki
Sitoplasma dan inti sel bersama-sama disebut sebagai protoplasma. Sitoplasma berwujud cairan kental (sitosol) yang di dalamnya terdapat berbagai organel yang memiliki fungsi yang terorganisasi untuk mendukung kehidupan sel. Organel memiliki struktur terpisah dari sitosol dan merupakan "kompartementasi" di dalam sel, sehingga memungkinkan terjadinya reaksi yang tidak mungkin berlangsung di sitosol. Sitoplasma juga didukung oleh jaringan kerangka yang mendukung bentuk sitoplasma sehingga tidak mudah berubah bentuk.
Organel-organel yang ditemukan pada sitoplasma adalah




BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN
1.      Sel ialah unit terkecil makhluk hidup yang merupakan kesatuan fungsional kehidupan.
2.      pada Sel Hewan tidak memiliki dinding sel, tidak memiliki plastida, memiliki lisosom,memiliki sentrosom, timbunan zat berupa lemak dan glikogen, bentuk tidak tetap,pada hewan tertentu memiliki vakuola, ukuran kecil, sedikit sedangkan pada Sel Tumbuhan memiliki dinding sel dan membran sel,  umumnya memiliki plastida,  tidak memiliki lisosom, tidak memiliki sentrosom, timbunan zat berupa pati, bentuk tetap, memiliki vakuola ukuran besar, banyak

































KATA PENUTUP


Sebelum penulis panjatkan sembah sujut syukur kehadirat Allah SWT atas karunia dan hidayahnya yang menyertai kami dlam penyusunan makala ini. Karena krena tanpanya tidak mungkin makala ini bisa tersusun dengan baik.

Dengan selesainya makala ini penulis merasakkan kelegahan. Penulis akui tugas ini tidaklah gampang, karena kurangnya pengalaman penulis, dan saat itu penulis sempat merasakkan frustasi. Tetapi dengan kesabaran dan petunjuk dari Allah SWTyang menyertai penulis serta prinsip yang menancap pada diri penulis “ wakyu adalah uang ” maka penulis berusaha semampunya menyelesaikan makala ini yang akhirnya dapat terselesaikan juga, Amin yaa robbal’ Alamin.

Harapan penulis dalam menusun makala ini semata – mata ingin belajar dan mencari satu pengalaman, karena masih pendeknya pengetahuan penulis dalam pengetahuan ini.

Dan tentang baik maupun buruk, bagus maupun jelek, benar maupun tidak benar dalam penulisan makala ini, penulis menantikan saran maupun kritikan asalkan itu bersifat membantu sangatlah penulis harapkan.

Dan penulis tak lupa uapkan terima kasih pasda teman – teman yang telah membantu dalam penyusunan makala ini. Dan ucapan maaf penulis apabila didalam penyusunan dan penulisan terdapat kesalahan dan kekeliruan, yang pasti semua itu tidak ada unsur kesengajaan penulis.

SEKIAN TERIMAKASIH


 

PENULIS  


DAFTAR PUSTAKA
Omegawati, wigati hadi. 2010.biologi.klaten: PT. intan pariwara
http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_%28biologi%29
restilestarinilovekorea.blogspot.com
biologi.blogsome.com
http://biologi.blogsome.com/2007/07/30/sel-tumbuhan-2